Langsung ke konten utama

Laporan Pensi SMP Labschool Tahun 2017

LAPORAN PENTAS SENI LABSCHOOL
           
            Pada hari Sabtu, 18 November 2017, SMP Labschool melaksanakan Pentas Seni yang dibuat oleh seluruh angkatan Gamacentia. Pentas ini dilaksanakan oleh sekolah untuk mengeksplorasi talenta para siswa agar meraka jadi lebih bisa berkreasi. Pensi ini dilaksanakan di lapangan utama SMA Labschool Jakarta. Acara ini juga didukung oleh para sponsor yang dicari oleh anak-anak sendiri, yaitu: Mayora, APP Sinarmas, dan lain-lain. Disini, saya dan beberapa teman-teman saya juga menggunakan kesempatan ini untuk memenuhi tagihan labscare kami.


          Pentas seni dimulai pada jam 08.30, dengan tema 1001 malam yang dipilih oleh para siswa. Para MC memberikan pembukaan dan setelah pertunjukan dari band, disambut oleh Pak Asdi, Pak Karnadi dan Bu Atie dan Bu Andine. Para pengunjung dapat menikmati acara kami di tenda pengunjung. Juga terdapat bazaar-bazaar dan stang makanan sepeti Chicken Hikari, Thai Milk Tea, dan Lemon Squash.  Juga ada stand-stand dari para sponsor kami di samping lapangan. Sewcara keseluruhan, para panitia dan pengunjung telah bekerjasama dengan baik untuk melancarkan acara ini.
          Untuk Labscare, kami mulai dengan menunggu sampai kegiatan dimulai. Saya dan tim Labscare kami mulai memunguti sampah yang sudah mulai berserakan. Ternyata, para pengunjung juga dengan sadar menjaga kebersihan lapangan. Jadi, kami tidak mendapat banyak sampah. Selama acara, lapangan tetap bersih dan teratur dengan hanya sedikit sampah yang tertinggal.
          Juga terdapat penampilan dari berbagai ekstrakurikuler seperti: Zelofus 24 yang memberikan modern dance, Zelofus 25 yang memberikan modern dance dan tarian tradisional, Zelofus 26 yang memberikan modern dance. Para paskibra juga menunjukkan kebolehan mereka dengan pertunjukkan PBB (Peraturan Baris-Berbaris). Ada juga pertunjukan drama oleh ekskul LabsMovie. Ekskul Tari Saman juga ttampil di acara Pensi tahun ini. Juga disertai dengan ekskul bahasa Jepang yang ikut tampil. Selain para ekskul, beberapa siswi dari TK Labschool juga menampilkan tarian tradisional(Bungong Jeumpa). Penampilan mereka memanglah sangat percaya diri dan teratur, serta disiplin sama seperti semua penampilan yang ditunjukkan.Kami para siswa sangat menikmati duduk-duduk di lapangan menonton acara berlangsung. Penampilan-penambilan yang bergengsi dan sangat percaya diri sungguh menarik perhatian kami.
          Kembali tentang Labscare, kami istirahat sebentar sesudah mengumpulkan dan membuang sampah-sampah yang berserakan. Para anggota panitia juga sepertinya cukup senang melihat acara yang ditampilkan. Sebagian besar penampilan yang ada tersusun atas band, tarian, menyanyi solo, dll. Beberapa penampilan yang menonjol adalah lagu pembukaan bertema padang pasir, pidato yang sangat nasionalis dari Kak Gibran, dan juga Stand-Up Comedy dari Kak Danish. Terdapat juga penampilan dari Labschool Cibubur dan Labschool Kebayoran. Juga terdapat pidato Islamiah yang diberikan oleh Kak Maulana.
          Jam 11.00 Pensi diistirahatkan sementara untuk shalat Dzuhur. Setelah saya shalat, saya dan tim saya melanjutkan Labscare dengan memungut sampah yang dibuang sembarangan. Sayangnya, pada saat Pensi ada sedikit hujan gerimis jadi hanya saya yang melakukan Labscare. Setelah sejam istirahat, Pensi kembali dimulai dan para penonton kembali berkumpul di lapangan untuk menonton acara Pensi ini. Pensi tahun ini seharusnya berakhir jam 17.00, tetapi saya sudah pulang lebih awal karena memang sudah dijemput oleh ayah saya. Tetapi, tetap saya mendapatkan Labscare 2 jam dari Pensi. Meskipun pulang awal, saya yakin pensi sudah dilaksanakan secara profesional dan sangat memuaskan.  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Libur Akhir Tahun

Libur Akhir Tahun 20-21 Desember 2017, Saya dan keluarga saya berpergian ke Surabaya . Kami kesana untuk menghadiri pernikahan keluargaku di Bromo. Kami juga kesana karena mobil kami akan dijual kepada pamanku di Surabaya. Kita mulai berangkat setelah Shalat Isya. Kami kesana dengan mobil setelah meresmikan mutasi mobil ke Surabaya. Saya, Bunda, dan Ayah saya ke Surabaya disupiri oleh paman saya, Mas Dar. Ambil rapor SMP Labschool dilaksanakan pada tanggal 22 Desember maka kami tidak sempat mengambil rapor karena sudah di Surabaya. Sebelum pergi, Ibu saya sudah meminta ijin untuk mengambil rapor setelah liburan. Perjalanan kami dari Jakarta ke Surabaya memakan waktu 1 hari. Saya dan ayah saya juga sempat Shalat Ashar di Masjid Agung Demak. 22-28 Desember 2017,           Sebagai tempat menginap, Ayah saya menyewa apartemen Tamansari Papilio untuk perjalanan-perjalanan kita ke Surabaya. Kami sampai di Papilio pada malam hari. Setelah perjalanan kami ke ...

Pengalaman Tryout UN

            Dengan semakin mendekatya Ujian Nasional, sekolah saya tentu melaksanakan TO sebagai persiapan UN. Soal-soal TO didesain untuk melatih kemampuan dan kebiasaaan murid untuk menjawab soal-soal Ujian Nasional, terutama soal-soal HOTS. Soal HOTS atau soal High-Order Thinking Skills dibuat khusus untuk melatih kecakapan murid dalam berpikir kritis. Tetapi, apa yang terjadi jika soal TO yang diberikan oleh pemerintah ternyata salah?             Akhir Januari lalu bertepatan dengan Uji Coba Ujian Nasional 1, atau bagi sekolah saya Tryout Dua. Selama empat hari siswa-siswi di sekolah saya mengerjakan soal-soal mata pelajaran di laptop mereka masing-masing. Untuk UCUN kali ini, soal dibuat oleh pemerintah. Salah satu soal tersebut adalah soal untuk mata pelajaran Bahasa Inggris Kode A. Soal itulah yang menjadi sumber masalah ini.          ...

Get to know Angklung, Heritage of Original Sundanese Traditional Music

Angklung, this Sundanese original musical instrument is one of the cultural heritages that must be preserved. Coming from Kuningan Regency, this musical instrument made of bamboo has been recognized by UNESCO as a cultural heritage of Indonesia. Do not know, then do not love. In order to love this very valuable inheritance, let's get to know angklung deeper. Many unique facts that you may not know about this instrument so far, and everything will be discussed here. Angklung History There is no definite record of when exactly angklung was created. But history records that in the 12th century, this instrument had begun to be used, that is, during the Sunda Kingdom. This instrument is believed to be the caller of Dewi Sri to provide fertility for agricultural land. Usually, angklung is made of black bamboo and bamboo ater with various types of sizes that produce different music. After that, angklung developed into several types. One of them is the tone of an...