Langsung ke konten utama

Kenaikan Kelas 2019


Kenaikan Kelas 2019

‘Liburan’ sekolah tahun ini cukup menarik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, liburan kenaikan kelas tahun ini dibelah menjadi 2 bagian oleh Penilaian Akhir Tahun. Hal ini dikarenakan waktu untuk KBM yang efektif sangat sedikit. Oleh karena itu, PAT tahun ini diundur setelah libur puasa. Tetapi, saya hanya akan menulis tentang liburan kenaikan kelas setelah pengambilan rapor.
28 Juni 2019. Setelah satu minggu penuh ketegangan, waktunya untuk melihat hasil perjuangan saya selama PAT. Minggu lalu Nenek saya dari sisi Ibu datang mengunjungi rumah kita bersama sepupu dan tante saya dari Kalimantan Barat, tepatnya Singkawang. Saya memang bagian dari keluarga besar. Ayah saya merupakan seorng arsitek dari Surabaya yang sekarang menjadi direktur WIKA walaupun sekarang dipindah ke PT Kurnia Jaya, sedangkan Ibu saya bekerja di bidang teknik sipil dan pindah ke Balikpapan dari Pontianak. Selain itu kami juga dikunjungi oleh keluarga adik Ibu saya dari Depok.
Hari ini saya tidak ikut mengambil rapor dengn Ibu saya dikarenakan saya sebenarnya takut melihat hasil ulangan saya. Hari-hari selama liburan diisi dengan main gim dan nonton YouTube. Walupun PS 4 saya malah dimainkan oleh sepupu saya dari Depok. Meskipun rumah didatangi saudara, saya masih beraktivitas seperti biasa.
Beberapa hari berlalu dan nenek saya sudah mulai bosan di rumah terus. Kami memutuskan untuk pergi berenang di ‘mantan’ tempat les berenang saya. Kolam renang tersebut terletak di komplek perumahan Persada Raya. Kami kesana dengan saudara nenek saya yang datang dari Ragunan. Kolam renang disana biasa saja. Ibu saya memang memilih tempat ini karena memang kualitas airnya bagus dan fasilitasnya bersih. Kami pun pulang dan sepupu saya pulang ke Depok karena tante saya besok dinas di RS Harapan Kita. Hari-hari berlanjut seperti biasa.
7 Juni 2019. Hari ini merupakan hari ulang tahun sepupu saya dari Pontianak. Oleh krena itu, tante saya datang lagi untuk membuat kuenya.
11 Juni 2019.  11/07/05 adalah tanggal lahir saya. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun saya yang ke-14. Tante saya juga membuat kue ulang tahun. Perayaannya biasa-biasa saja, tidak begitu meriah. 2 hari kemudian kami mengantar nenek saya ke Seokarno-Hatta untuk terbang ke Pontianak. Ayah saya tidak dapat ikut karena ada urusan kantor.
15 Juni 2019. Hari pertama di kelas 9. Ibu saay sempat bingung karena tidak tahu saya kelas 9 apa. Saya cukup tegang karena inilah kelas yang akan saya tempati sampai kelulusan nanti. Saya pun bersiap-siap untuk diantar ke sekolah dan memulai tahun ajaran yang baru.


"Cerita ini akan dibukukan dalam buku kumpulan ceria anak Labschool"

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Libur Akhir Tahun

Libur Akhir Tahun 20-21 Desember 2017, Saya dan keluarga saya berpergian ke Surabaya . Kami kesana untuk menghadiri pernikahan keluargaku di Bromo. Kami juga kesana karena mobil kami akan dijual kepada pamanku di Surabaya. Kita mulai berangkat setelah Shalat Isya. Kami kesana dengan mobil setelah meresmikan mutasi mobil ke Surabaya. Saya, Bunda, dan Ayah saya ke Surabaya disupiri oleh paman saya, Mas Dar. Ambil rapor SMP Labschool dilaksanakan pada tanggal 22 Desember maka kami tidak sempat mengambil rapor karena sudah di Surabaya. Sebelum pergi, Ibu saya sudah meminta ijin untuk mengambil rapor setelah liburan. Perjalanan kami dari Jakarta ke Surabaya memakan waktu 1 hari. Saya dan ayah saya juga sempat Shalat Ashar di Masjid Agung Demak. 22-28 Desember 2017,           Sebagai tempat menginap, Ayah saya menyewa apartemen Tamansari Papilio untuk perjalanan-perjalanan kita ke Surabaya. Kami sampai di Papilio pada malam hari. Setelah perjalanan kami ke ...

Pengalaman Tryout UN

            Dengan semakin mendekatya Ujian Nasional, sekolah saya tentu melaksanakan TO sebagai persiapan UN. Soal-soal TO didesain untuk melatih kemampuan dan kebiasaaan murid untuk menjawab soal-soal Ujian Nasional, terutama soal-soal HOTS. Soal HOTS atau soal High-Order Thinking Skills dibuat khusus untuk melatih kecakapan murid dalam berpikir kritis. Tetapi, apa yang terjadi jika soal TO yang diberikan oleh pemerintah ternyata salah?             Akhir Januari lalu bertepatan dengan Uji Coba Ujian Nasional 1, atau bagi sekolah saya Tryout Dua. Selama empat hari siswa-siswi di sekolah saya mengerjakan soal-soal mata pelajaran di laptop mereka masing-masing. Untuk UCUN kali ini, soal dibuat oleh pemerintah. Salah satu soal tersebut adalah soal untuk mata pelajaran Bahasa Inggris Kode A. Soal itulah yang menjadi sumber masalah ini.          ...

Get to know Angklung, Heritage of Original Sundanese Traditional Music

Angklung, this Sundanese original musical instrument is one of the cultural heritages that must be preserved. Coming from Kuningan Regency, this musical instrument made of bamboo has been recognized by UNESCO as a cultural heritage of Indonesia. Do not know, then do not love. In order to love this very valuable inheritance, let's get to know angklung deeper. Many unique facts that you may not know about this instrument so far, and everything will be discussed here. Angklung History There is no definite record of when exactly angklung was created. But history records that in the 12th century, this instrument had begun to be used, that is, during the Sunda Kingdom. This instrument is believed to be the caller of Dewi Sri to provide fertility for agricultural land. Usually, angklung is made of black bamboo and bamboo ater with various types of sizes that produce different music. After that, angklung developed into several types. One of them is the tone of an...